Seputar Asuransi

Own Risk atau Biaya Klaim Asuransi Mobil yang Harus Kamu Tahu!

11 July 2022

biaya klaim asuransi mobil yang wajib kamu tahu

Setiap nasabah yang membeli asuransi, pasti ingin mendapatkan perlindungan menyeluruh apabila mobilnya mengalami kerusakan atau hilang. Namun, sebagai pembeli cerdas, kamu perlu memahami dulu ketentuan yang diberikan perusahaan asuransi kepada nasabah, salah satunya adalah biaya klaim asuransi mobil yang dikenal dengan istilah biaya sendiri atau own risk.

Apa itu biaya sendiri dan bagaimana cara kerjanya? Untuk memahami ketentuan biaya klaim asuransi mobil, mari simak ulasannya di dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Own Risk atau Biaya Klaim Asuransi Mobil?

Biaya klaim asuransi mobil yang biasa disebut dengan own risk adalah biaya tambahan yang harus ditanggung pemilik asuransi setiap kali mengajukan klaim. Jadi, semakin sering pemilik mobil mengajukan klaim, semakin besar pula biaya klaim asuransi yang harus dibayarkan.
Baca juga : Cara Hitung Biaya Asuransi Mobil dan Simulasi Preminya.
Namun, perlu dicatat bahwa aturan biaya klaim asuransi mobil sendiri ini hanya berlaku untuk klaim kerusakan fisik, seperti lecet atau penyok. Own risk tidak berlaku pada klaim non-fisik seperti tuntutan hukum pihak ketiga.

Fungsi Ketentuan Biaya Klaim Asuransi Mobil Sendiri

Ketentuan own risk ini diterapkan oleh semua penyedia asuransi mobil. Apa tujuannya?

  1. Own risk diatur agar pemilik asuransi lebih berhati-hati saat mengendarai mobilnya meskipun kendaraannya sudah diproteksi oleh asuransi.
  2. Membuat pemilik asuransi sadar bahwa asuransi tidak akan menanggung 100 persen biaya perbaikan mobilnya.
  3. Menjauhkan klaim risiko kerugian yang kecil, tapi jika ditotal jumlahnya besar.
  4. Menghindari proses klaim dengan nilai kecil. Contohnya, apabila terjadi kerugian senilai Rp50.000, tentu saja proses klaim yang dilakukan asuransi bisa mengeluarkan biaya lebih besar dari nilai klaimnya sendiri.

Besaran Biaya Klaim Asuransi Mobil

Lalu, berapa sih besaran biaya klaim asuransi mobil? Umumnya, perusahaan asuransi mobil menetapkan biaya own risk sebesar Rp200-300 ribuan per kejadian klaim untuk klaim perbaikan, dan 10 persen dari klaim atau minimal Rp500 ribu untuk klaim huru-hara. Salah satu asuransi dengan own risk yang rendah adalah Mobil Insurtech dari Simas Insurtech, yaitu sebesar Rp200 ribu saja.
Jadi, apabila dalam satu tahun kamu mengajukan klaim sebanyak 4 kali, maka biaya own risk yang harus kamu bayar adalah sebesar 4 dikalikan dengan Rp200 ribu, yaitu Rp800 ribu. Lumayan juga, bukan?
Oleh sebab itu, sebaiknya pastikan kamu mengemudi dengan hati-hati agar tidak terlalu sering mengajukan klaim. Anggaplah biaya premi asuransi sebagai pengeluaran yang memang untuk antisipasi risiko yang tidak ingin kamu alami. Jadi, tidak perlu merasa rugi jika dalam satu periode tidak mengajukan klaim.

Contoh Kasus Klaim Asuransi Mobil All Risk dengan Own Risk

Sebagai gambaran, berikut adalah dua contoh kasus klaim asuransi mobil dan metode pembayaran own risk-nya.

1. Contoh kasus klaim penyok asuransi mobil all risk

Setelah membeli mobil baru, Bu Vega langsung memproteksi kendaraannya tersebut dengan asuransi mobil all risk. Saat mengendarai mobilnya tersebut, ibu Vega tak sengaja menabrak tiang listrik di sisi jalan. Sehingga, bagian depan kanan mobilnya penyok.
Baca juga : Tips Memilih Asuransi Mobil Terbaik dan Perhitungan Preminya.
Lalu, Bu Vega segera melaporkan klaim ke asuransi mobil dan menyiapkan dokumen klaimnya. Setelah selesai, asuransi mengarahkan Bu Vega untuk datang ke bengkel rekanan asuransi. Proses perbaikan mobil berjalan selama 5 hari.
Total biaya perbaikan mobil Bu Vega adalah Rp2.000.000 karena harus memperbaiki penyok pada 2 panel mobil. Nah, bengkel akan melakukan penagihan own risk kepada Bu Vega sebanyak Rp200.000, sementara sisa biaya perbaikan sejumlah Rp1.800.000 sudah ditanggung oleh asuransi mobil all risk.

2. Contoh kasus klaim kerusakan akibat huru-hara

Untuk menambah luasan jaminan, Ibu Vega menambah asuransi mobil all risk-nya dengan asuransi tambahan untuk risiko huru-hara. Jadi, kerusakan mobil akan ditanggung kalau rusak akibat huru-hara.
Suatu saat, terjadi kerusuhan kecil di daerah tempat tinggal Ibu Vega. Mobil yang ia parkir di garasi rumahnya pun terkena lemparan batu.
Saat mencari tahu biaya perbaikan mobilnya, ternyata biayanya mencapai Rp7.000.000. Bu Vega pun melakukan serangkaian proses klaim asuransi dan menyerahkan mobil ke bengkel rekanan asuransi untuk diperbaiki.
Saat mengambil mobilnya, Bu Vega harus membayar 10 persen dari total klaim, yaitu Rp700.000 kepada pihak bengkal. Sementara, sisa biaya perbaikan sebesar Rp6.300.000 sudah ditanggung oleh asuransi mobil.

Cara Klaim Kerusakan Sebagian Asuransi Mobil

ketahuilah biaya klaim asuransi mobl yang wajib kamu tahu

Cara klaim kerusakan sebagian (partial loss) asuransi mobil tidak sulit, berikut prosedur yang perlu kamu ikuti:

1. Melapor kejadian klaim ke pihak asuransi

Saat terjadi kerusakan pada mobil, wajib segera menghubungi pihak asuransi melalui customer service-nya. Customer service lalu akan memberitahu kamu langkah selanjutnya dalam proses klaim asuransi.
Baca juga : Apa Itu Asuransi Mobil All Risk? Ini Pengertian dan Cara Klaimnya!.

2. Mengurus syarat dokumen klaim

Persiapkan dokumen klaim yang diminta oleh asuransi. Umumnya, dokumen klaim kerusakan sebagian adalah:

  • Kronologi kecelakaan
  • Foto dokumentasi kerusakan
  • Identitas pemilik asuransi
  • Surat laporan dari kepolisian jika ada unsur kejahatan

3. Datang ke bengkel rekanan yang ditunjuk

Setelah proses administrasi, kamu perlu membawa mobil yang diasuransikan, lalu datang ke bengkel rekanan yang sudah ditunjuk oleh asuransi. Di sana kamu akan diminta untuk mengisi dan menandatangani formulir klaim. Pihak bengkel akan memverifikasi status klaim kamu ke asuransi, dan jika sudah valid, mobil kamu akan diperbaiki.

4. Membayar biaya klaim asuransi mobil

Setelah mobil selesai diperbaiki, kamu bisa mengambilnya dengan syarat membayar biaya klaim asuransi mobil sebesar Rp200 ribu kepada pihak bengkel.

Penyebab Klaim Asuransi Mobil Ditolak

Pada beberapa kasus, klaim asuransi mobil kita bisa saja ditolak. Berikut adalah beberapa penyebabnya:

1. Dokumen klaim tidak lengkap

Dokumen yang tidak lengkap bisa bikin klaim kamu ditolak. Makanya, saat proses persiapan dokumen, pastikan kamu teliti membaca instruksi dari asuransi agar tidak ada yang terlewat

2. Kerusakan terkait dengan pelanggaran hukum

Kerusakan yang berhubungan dengan pelanggaran hukum bisa membatalkan klaim. Contohnya, mengemudi saat mabuk sehingga menabrak pagar tetangga, atau pengendara mengemudi tanpa menghiraukan lampu lalu lintas.

3. Kerusakan dimanipulasi

Pada beberapa kasus, pemilik asuransi dengan sengaja merusak kendaraannya dan mengajukan klaim. Jika asuransi mengetahui hal ini, otomatis klaim kamu tidak akan diterima.

4. Batas waktu klaim sudah lewat

Biasanya asuransi menentukan batas waktu maksimal untuk mengajukan klaim (tertera dalam dokumen polis). Jika kamu mengajukan klaim melewati batas tersebut, artinya klaim kamu sudah hangus dan tak lagi bisa berlaku.

Asuransi Mobil Insurtech dari Simas Insurtech

Ingin memproteksi mobil kesayanganmu agar tidak perlu keluar banyak biaya perbaikan? Salah satu produk asuransi mobil yang layak kamu pertimbangkan adalah Mobil Insurtech dari Simas Insurtech. Selain menawarkan pertanggungan manfaat yang luas, produk ini juga menyediakan layanan konsultasi dan klaim secara online. Jadi, kamu tak perlu repot datang ke kantor cabang asuransi untuk mengajukan klaim.
Demikian penjelasan seputar biaya klaim asuransi mobil. Meskipun sudah melindungi mobil dengan asuransi, kamu tetap wajib berhati-hati saat berkendara agar selamat sampai tujuan, ya!

Artikel Lainnya

Seputar Asuransi

Bisakah Klaim Asuransi Mobil karena Kesalahan Sendiri?

11 July 2022

Seputar Asuransi

Manfaat Asuransi Berdasarkan Jenis-jenisnya yang Perlu Kamu Ketahui

11 July 2022

Seputar Asuransi

5 Tips Membeli Asuransi Mobil Bekas agar Tidak Salah Pilih

11 July 2022

Seputar Asuransi

Tips Klaim Asuransi Mobil agar Tidak Ditolak, Cek di Sini!

11 July 2022

Seputar Asuransi

Pahami Contoh Polis Asuransi Mobil Sebelum Membelinya!

11 July 2022

Seputar Asuransi

Manfaat Asuransi Mobil beserta Jenis-jenis dan Cara Klaimnya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Roda Mobil Terkunci saat Dipakai, Yuk kenali penyebabnya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Sinyal Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Akan Meluncur April di Indonesia

11 July 2022

Seputar Asuransi

Cara Gampang Untuk Cegah Karat di Kolong Mobil

11 July 2022

Seputar Asuransi

Ini Harga 21 Mobil yang Dapat Diskon PPnBM 0%

11 July 2022

Seputar Asuransi

Tips Klaim Asuransi Mobil agar Tidak Ditolak, Cek di Sini!

11 July 2022

Seputar Asuransi

Pahami Contoh Polis Asuransi Mobil Sebelum Membelinya!

11 July 2022

Seputar Asuransi

Cara Hitung Biaya Asuransi Mobil dan Simulasi Preminya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Rekomendasi Asuransi Kendaraan Terbaik dan Cara Daftarnya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Tips Memilih Asuransi Mobil Terbaik dan Perhitungan Preminya

11 July 2022

Seputar Asuransi

5 Tips Membeli Asuransi Mobil Bekas agar Tidak Salah Pilih

11 July 2022

Seputar Asuransi

Cara Hitung Biaya Asuransi Mobil dan Simulasi Preminya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Rekomendasi Asuransi Kendaraan Terbaik dan Cara Daftarnya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Tips Memilih Asuransi Mobil Terbaik dan Perhitungan Preminya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Apa Itu Asuransi Mobil All Risk? Ini Pengertian dan Cara Klaimnya!

11 July 2022

Seputar Asuransi

5 Tips Membeli Asuransi Mobil Bekas agar Tidak Salah Pilih

11 July 2022

Seputar Asuransi

Pahami Contoh Polis Asuransi Mobil Sebelum Membelinya!

11 July 2022

Seputar Asuransi

Cara Hitung Biaya Asuransi Mobil dan Simulasi Preminya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Rekomendasi Asuransi Kendaraan Terbaik dan Cara Daftarnya

11 July 2022

Seputar Asuransi

Tips Memilih Asuransi Mobil Terbaik dan Perhitungan Preminya

11 July 2022