Tips & Trik

Tetap Buka, Ini Syarat ke Mal di Tengah PSBB Total DKI

15 September 2020

syarat ke mal saat masa psbb

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan ada beberapa syarat ke mal atau pusat perbelanjaan yang harus diterapkan bagi masyarakat di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pertama, kapasitas pengunjung mal hanya diperbolehkan terisi sekitar 50 persen dari kapasitas normal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan mal dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menerapkan batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung yang berada dalam lokasi bersamaan,” kata Anies.

Kedua, khusus bagi restoran dan kafe yang berada di dalam mal dilarang memberikan layanan makan di tempat bagi para pengunjung. Layanan jual beli makanan hanya boleh berupa pesan antar (delivery) maupun pesanan dibawa pulang (take away).

“Tapi restoran, rumah makan, kafe yang berada di dalamnya hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang,” ucap mantan menteri pendidikan dan kebudayaan pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Ketiga, masyarakat tidak dapat mendatangi mal yang baru saja ditemukan kasus positif covid-19. Sebab, ketika ada kasus yang ditemukan, operasi mal akan ditutup selama tiga hari.

“Selama dua pekan ke depan, bila di pasar, pusat perbelanjaan, di gedung perkantoran ditemukan kasus positif, maka bukan saja kantor atau penyewa di lantai tertentu, tapi seluruh gedung akan ditutup selama tiga hari operasi,” tuturnya.

Selain mal, Anies juga masih memperbolehkan beberapa gedung melakukan aktivitas di tengah PSBB total. Asal, gedung-gedung itu melakukan aktivitas usaha yang dinilai sensial.

Total, ada 11 sektor esensial yang masih boleh beroperasi, yaitu kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, dan komunikasi dan teknologi informatika. Lalu, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan industri strategis.

Kemudian, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sementara sektor usaha yang dianggap non-esensial, harus mengajukan izin lebih dulu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sumber: cnnindonesia.com; dengan judul “Syarat ke Mal di Tengah PSBB Total DKI”

Artikel Lainnya

Tips & Trik

Mitos Salah Seputar Memasak, Apa Kamu Pernah Percaya?

15 September 2020

Tips & Trik

Tips Membuat Anggaran Dana Darurat dengan Melacak Pengeluaran

15 September 2020

Tips & Trik

Tips Sukses Mengatur Uang Buat Bisnis yang Baru Mulai

15 September 2020

Tips & Trik

5 Karakter Umum Para Pengguna Media Sosial, si Eksis hingga si Tukang Kepo

15 September 2020

Tips & Trik

Kata Dokter Soal Aman Atau Tidak Melepas Masker saat Sendiri di Dalam Mobil

15 September 2020

Tips & Trik

Orang yang Kecanduan Internet Meningkat Saat Pandemi, Awas Alami Insomnia

15 September 2020

Tips & Trik

Tips Membuat Anggaran Dana Darurat dengan Melacak Pengeluaran

15 September 2020

Tips & Trik

Tips Sukses Mengatur Uang Buat Bisnis yang Baru Mulai

15 September 2020

Tips & Trik

5 Karakter Umum Para Pengguna Media Sosial, si Eksis hingga si Tukang Kepo

15 September 2020

Tips & Trik

Kata Dokter Soal Aman Atau Tidak Melepas Masker saat Sendiri di Dalam Mobil

15 September 2020

Tips & Trik

Orang yang Kecanduan Internet Meningkat Saat Pandemi, Awas Alami Insomnia

15 September 2020

Tips & Trik

Kenali Jenis-Jenis OTP, dari yang Lemah Hingga yang Paling Aman

15 September 2020

Tips & Trik

Kata Dokter Soal Aman Atau Tidak Melepas Masker saat Sendiri di Dalam Mobil

15 September 2020

Tips & Trik

Orang yang Kecanduan Internet Meningkat Saat Pandemi, Awas Alami Insomnia

15 September 2020

Tips & Trik

Rumah Sakit Kini Menawarkan Paket Mewah Untuk Isolasi Mandiri Covid-19

15 September 2020

Tips & Trik

Dinilai Tidak Efektif, Kenali Masker Scuba dan Buff yang Sudah Dilarang di KRL

15 September 2020

Tips & Trik

Merasa Lelah Fisik dan Emosional Pertanda Kamu Mengalami Krisis Kelelahan

15 September 2020