Tips & Trik

Saling Berhubungan, Ini Penjelasan Psikolog Tentang Stress dan Makan

19 May 2020

hubungan stress dan makan stress eating

Mungkin kita pernah mendengar saat seseorang stress dan cenderung memiliki nafsu makan yang lebih besar dari biasanya. Namun benarkah ada hubungan antara stress dan makan?. Semua orang dewasa umumnya pernah mengalami stress, terlebih lagi selama masa pandemi seperti sekarang. Kecemasan karena segala sesuatu yang tidak pasti, ditambah perasaan terisolasi, wajar saja kalau membuat pikiran jadi ke mana-mana nggak terkendali.


Setiap orang punya caranya masing-masing dalam menghadapi rasa stress yang dialami. Mulai dengan istirahat sejenak, keinginan untuk menceritakan masalah pada orang terdekat, dan tidak jarang yang juga melampiaskannya dengan olahraga atau mencoba meditasi. Tapi dari berbagai cara ini, ada satu hal yang dekat banget hubungannya dengan stress, apa lagi kalau bukan makanan.

Banyak yang bilang ada dua cara menghadapi stress yang berkaitan dengan makanan. Antara kita stop makan atau makan tanpa stop. Kadang saking terperangkap pada masalah, kita sampai lupa makan. Di sisi lain, ada juga yang berusaha kabur dari masalahnya dengan makan untuk mendapatkan rasa ‘puas’ sementara. Ini lah yang biasa dikenal dengan emotional-eating atau stress-eating.
Sebenarnya stress-eating ini hanya perasaan kita saja atau memang ada hubungannya dengan psikologi, ya? Karena penasaran, saya mencari penjelasan dari Firman Ramdhani, M.Psi., Psikolog dan Rayhanni Rahman, S.Psi (Asisten Psikolog). Simak penjelasannya,yuk!

Hubungan Antara Stress dan Makan

“Kalau kita coba bahas dari sisi neuropsikologi, kita perlu melihatnya dari sudut pandang chemical imbalance. Di otak terdapat banyak zat kimia, yang disebut neurotransmitter, dan yang paling terkait dengan pola makan salah satunya adalah Serotonin. Dari berbagai riset, Serotonin juga mempengaruhi banyak hal, seperti mood, perilaku agresif, arousal, dorongan dan fungsi seksual, tidur, memori dan belajar, regulasi suhu, persepsi rasa sakit, pernafasan, dan juga beberapa perilaku sosial.
Kadar serotonin yang seimbang dapat memberikan perasaan puas atau nyaman secara emosional dan perasaan kenyang setelah makan. Sebaliknya, kadar serotonin yang rendah cenderung membuat individu merasa depresi dan mengarah kepada pola makan yang berlebih, utamanya pada makanan yang rasanya manis dan bertepung. Makan menjadi jalan keluar untuk mengisi rasa tidak nyaman secara emosional yang muncul ketika kadar serotonin turun.

Sumber: editorial.femaledaily.com dengan judul “Stress Bisa Bikin Lapar? Ini Penjelasan Psikolog Tentang Stress-Eating”

Artikel Lainnya

Tips & Trik

Kenali Arti Warna Zona Wilayah Infeksi Virus Corona

19 May 2020

Tips & Trik

Tips Atasi Kulit Kering Akibat Pakai Hand Sanitizer di Era New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

Trik Mudah Untuk Mengecek Kondisi Baterai Laptop

19 May 2020

Tips & Trik

Hadapi Era New Normal, Ini Aturan Baru di Salon

19 May 2020

Tips & Trik

Bahaya! Disemprot Cairan Disinfektan, Sepeda Motor Ini Malah Terbakar

19 May 2020

Tips & Trik

Tips Mudah Untuk Membantu Anak Beradaptasi dengan Masa New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

Kenali Arti Warna Zona Wilayah Infeksi Virus Corona

19 May 2020

Tips & Trik

Tips Atasi Kulit Kering Akibat Pakai Hand Sanitizer di Era New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

Trik Mudah Untuk Mengecek Kondisi Baterai Laptop

19 May 2020

Tips & Trik

Hadapi Era New Normal, Ini Aturan Baru di Salon

19 May 2020

Tips & Trik

Bahaya! Disemprot Cairan Disinfektan, Sepeda Motor Ini Malah Terbakar

19 May 2020

Tips & Trik

Tips Mudah Untuk Membantu Anak Beradaptasi dengan Masa New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

Tips Atasi Kulit Kering Akibat Pakai Hand Sanitizer di Era New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

Kematian Mendadak Saat Berolahraga Dengan Menggunakan Masker

19 May 2020

Tips & Trik

5 Fakta Face Shield yang Lagi Nge-Hits di Masa New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

4 Waktu yang Tak Perlu Memakai Hand Sanitizer, Agar Terhindar Dari Kulit Kering

19 May 2020

Tips & Trik

Pilihan Masker Kain Kreasi 5 Brand Lokal Untuk Masa New Normal

19 May 2020

Tips & Trik

Negara-Negara yang Sempat Laporkan Nol Kasus Baru Corona Ini Strateginya

19 May 2020