Tips & Trik

Perlukah pemilik kucing khawatir dengan virus Corona?

13 April 2020

perlukah pemilik kucing khawatir ccorona
Sampai saat ini kita masih belum mengetahui sifat dari SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Awalnya virus ini diduga hanya bisa ditularkan dari hewan liar ke manusia. Namun kemudian penelitian yang berkembang mendapati bahwa virus ini hanya menular antar manusia. Lalu baru-baru ini, muncul kasus pada manusia yang diduga bisa menularkan Covid-19 ke hewan peliharaannya.

Di beberapa negara, penelitian terhadap proses penularan Covid-19 dari manusia ke hewan maupun sebaliknya, sudah dilakukan. Namun hingga saat ini, belum ada hasil yang bisa memastikan alur penularan tersebut. Belum diketahui juga mengenai kemampuan infeksi Covid-19 pada hewan dalam menimbulkan efek keparahan yang sama seperti manusia.
Dengan meluasnya infeksi Covid-19, semakin banyak sifat baru dari virus corona yang mulai diketahui. Salah satunya adalah fakta bahwa SARS-Cov-2 bisa berpindah dari manusia ke hewan. Sejauh ini sudah ada beberapa hewan yang terinfeksi Covid-19, seperti berikut.

Harimau di New York

Seekor harimau di kebun binatang Bronx, New York City, dinyatakan positif mengidap Covid-19. Selain itu, 6 ekor harimau dan singa lainnya juga terlihat memiliki gejala serupa dengan harimau yang positif.
Harimau ini diduga tertular dari petugas kebun binatang yang terinfeksi virus corona. Harimau berusia 4 tahun bernama Nadia ini menjalani tes corona karena menunjukkan gejala seperti batuk kering dan kehilangan nafsu makan sejak akhir Maret lalu. Kemudian, mengingat New York adalah negara bagian yang menjadi pusat pandemi di Amerika Serikat, maka petugas kebun binatang berinisiatif untuk melakukan tes Covid-19 terhadap hewan tersebut.
Hasil positif yang keluar bisa dibilang cukup mengejutkan karena ini adalah kali pertama hewan liar terbukti positif terinfeksi Covid-19. Harimau tersebut kini tengah menjalani perawatan oleh dokter hewan setempat dan diharapkan dapat kembali sehat seperti semula.

Anjing di Hongkong

Sebelum harimau di New York, seekor anjing di Hongkong juga pernah dinyatakan terinfeksi SARS-CoV-2 setelah tertular dari pemiliknya yang juga terpapar virus tersebut. Meski begitu, anjing berjenis pomeranian ini tidak menunjukkan gejala Covid-19. Setelah dinyatakan positif, anjing tersebut dikarantina dan menjalani beberapa jenis pemeriksaan termasuk pemeriksaan darah.
Anjing berusia 17 tahun ini kemudian sudah dinyatakan negatif dan sembuh dari corona dan dikeluarkan dari karantina. Namun, 3 hari setelah itu, anjing tersebut mati. Meski begitu, para ahli sepakat bahwa anjing tersebut mati karena usia yang sudah tua dan memiliki penyakit bawaan lain.

Kucing di Belgia

Seekor kucing di Belgia pun telah dinyatakan positif Covid-19 setelah pemiliknya didiagnosis terkena penyakit yang sama. Satu minggu setelah pemilik kucing tersebut dinyatakan terinfeksi corona, kucing peliharaanya mulai menunjukkan gejala penyakit seperti diare, muntah dan gangguan pernapasan. Sampel muntah dan feses dari kucing tersebut kemudian diperiksa di laboratorium kedokeran hewan dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat virus SARS-CoV-2 di kedua sampel ini.
Kucing tersebut sembuh 9 hari kemudian. Meski begitu, hingga saat ini belum terbukti bahwa hewan-hewan yang terinfeksi Covid-19, bisa menularkan penyakitnya pada manusia. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut soal mekanisme penularan virus corona jenis ini.
Melihat fenomena penularan Covid-19 dari manusia ke hewan yang terjadi, dokter hewan, drh. Muhamad Jami Ramadhan mengatakan bahwa para pemilik hewan peliharaan sebaiknya jangan terlalu khawatir, tapi tetap harus waspada. Sebab, hingga saat ini manusia hanya bisa tertular Covid-19 dari sesama manusia. Kasus hewan yang tertular Covid-19 dari manusia pun jumlahnya masih sangat sedikit. Hewan yang positif Covid-19, sebagiannya seperti kucing, musang, dan harimau mengalami gejala klinis yang mirip dengan manusia.
Sementara itu pada sebagian lainnya, seperti anjing, tidak ada gejala Covid-19 yang tampak. “Melalui penelitian yang dilakukan pada 3.500 ekor companion animal seperti kucing, anjing, dan kuda yang berasal dari wilayah wabah di Korea Selatan, Amerika Serikat hingga Kanada, sampai saat ini belum ada satupun dari ribuan hewan tersebut yang positif Covid-19” ujarnya.
Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi mengenai penularan Covid-19 pada hewan. Drh. Jami menambahkan, dengan adanya penularan dari manusia ke hewan, maka Covid-19 berpotensi masuk sebagai salah satu penyakit zoonosis. Penyakit zoonosis adalah penyakit yang bisa ditularkan dari manusia ke hewan maupun sebaliknya.
Tapi perlu diingat bahwa perkembangan penyakit tidak akan terjadi semudah itu. Lagipula, hingga saat ini belum ada bukti mengenai adanya penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. Jadi sebenarnya Covid-19 ini berpotensi berbahaya, tapi belum tentu berbahaya. “Sekarang saatnya kita waspada saja dengan melaksanakan tindakan preventif untuk mengurangi risiko penularan yang ada” jelasnya.
Sebagai pemilik hewan peliharaan, apa yang harus dilakukan saat pandemi corona? Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, drh. Jami melalui akun twitter resminya (@/djamtjoek) menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan para pemilik hewan peliharaan untuk mencegahan penyebaran virus, di antaranya:

  • Tetap di rumah bersama hewan peliharaan
  • Selalu menjaga kebersihan Membatasi kontak dengan hewan peliharaan.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir sebelum dan sesudah memegang hewan peliharaan
  • Menghindari interaksi terlalu dekat dengan hewan peliharaan sementara waktu, seperti mencium dan membiarkan hewan menjilat area tubuh yang berpotensi terpegang oleh tangan.
  • Menggunakan masker saat mengajak hewan peliharaan keluar rumah untuk berjalan-jalan atau berinteraksi dengan kucing jalanan. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudahnya.
  • Untuk sementara, kurangi aktivitas jalan-jalan dengan hewan peliharaan.
  • Menjauhkan hewan peliharaan dari kontak dengan hewan liar, selama wabah masih berlangsung.

Mengapa sebaiknya hewan peliharaan tidak terlalu banyak keluar rumah? Sebab, hingga saat ini belum ada informasi valid mengenai kemampuan droplet atau percikan air liur orang yang positif Covid-19 menempel pada rambut hewan.
“Sebagai pencegahan juga, sebaiknya hewan peliharaan dimandikan secara rutin sesuai jadwal mandinya,” tambahnya. Terakhir, drh. Jami mengatakan bahwa apabila mulai merasakan gejala sakit yang mengarah ke Covid-19, maka pemilik harus menggunakan masker saat berinteraksi dengan hewan peliharaan dan kalau bisa hanya kontak seperlunya saja.
“Lebih baik lagi kalau langsung titipkan hewan peliharaannya ke kerabat yang terpercaya supaya bisa diurus, selama pemiliknya menjalani perawatan hingga masa penyembuhan,” tutupnya. Bagi para pemilik hewan peliharaan, sebaiknya perhatikan juga kesehatan hewan selama masa pandemi seperti sekarang.
Selalu jaga kebersihannya dan apabila hewan sudah mulai menunjukkan gejala sakit, segera bawa ke dokter hewan terdekat agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
SSumber: Kompas.com dengan judul “Kucing hingga Harimau Positif Corona, Haruskah Pemilik Hewan Khawatir?”

Artikel Lainnya

Tips & Trik

9 Cara Menjaga Anjing Kesayangan Agar Tetap Bersih dan Harum

13 April 2020

Tips & Trik

Ternyata Membawa Hewan Berkendara, Membuat Pengemudi Jadi Lebih Awas

13 April 2020

Tips & Trik

Mengetahui seputar pintu peliharaan

13 April 2020

Tips & Trik

Hasil Riset Membuktikan 4 Manfaat Dalam Memelihara Hewan

13 April 2020

Tips & Trik

Tips Nyaman Berkendara Bersama Hewan Peliharaan

13 April 2020

Tips & Trik

9 Cara Menjaga Anjing Kesayangan Agar Tetap Bersih dan Harum

13 April 2020

Tips & Trik

Ternyata Membawa Hewan Berkendara, Membuat Pengemudi Jadi Lebih Awas

13 April 2020

Tips & Trik

Tips Memelihara Kucing Selama Pandemi Covid-19

13 April 2020

Tips & Trik

Memahami Cara Kucing Berkomunikasi Dengan Gerakan Ekornya

13 April 2020

Tips & Trik

Memastikan telinga kucing selalu bersih

13 April 2020