Tips & Trik

Kematian Mendadak Saat Berolahraga Dengan Menggunakan Masker

02 June 2020

kematian mendadak berolahraga dengan masker

Berita kematian mendadak akibat berolahraga dengan menggunakan masker tiba-tiba merebak di banyak media masyarakat. Menggunakan masker saat berolahraga memang terasa tidak nyaman. Pertukaran udara tidak semulus ketika tidak menggunakan penutup wajah, bahkan banyak yang mengaitkannya dengan risiko kematian akibat keracunan karbondioksida (CO2).

Pilihan terbaik di tengah pandemi virus Covid-19 yang belum teratasi adalah dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Ada banyak pilihan olahraga untuk menjaga kebugaran dan imunitas, yang bisa dilakukan di sekitar rumah tanpa harus repot-repot memikirkan bahaya pakai masker sambil berolahraga.
Di era ‘new normal’ seperti saat ini, banyak orang mulai memberanikan diri berolahraga di luar rumah walau harus menantang bahaya dari penyebaran virus dan ketidaknyamanan berolahraga dengan masker.

1. Perhatikan Jenis masker

Dalam konteks mencegah penularan virus Corona di tempat umum, fungsi masker adalah untuk mencegah droplet keluar ataupun masuk ke saluran pernapasan. Jenis masker kain sudah cukup untuk kebutuhan ini, asal dibarengi dengan saling menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.
Ada berbagai jenis masker kain dengan tingkat kerapatan yang berbeda-beda pula. Makin rapat pori-pori dan lapisan filternya, makin tidak nyaman untuk bernapas. Untuk berolahraga, lebih aman menggunakan jenis masker yang pori-porinya besar agar tidak sesak napas.
Pori-pori besar juga berarti kemampuan filtrasinya lebih buruk. Karenanya, dianjurkan untuk tetap jaga jarak dan sebisa mungkin menjauhi keramaian agar kamu tetap aman dari bahaya penyebaran virus Covid-19.

2. Durasi olahraga

Risiko kekurangan oksigen atau hipoksia sebenarnya lebih banyak dirasakan oleh para medis yang menggunakan masker seharian penuh saat berada di rumah sakit. Jenis maskernya pun lebih rapat, yakni masker bedah atau bahkan N95.
Gejalanya yang umum dirasakan antara lain sesak, pusing, dan lemas. Jangankan untuk melakukan aktivitas fisik yang berat seperti olahraga, kondisi ini kadang menyulitkan para dokter saat melayani konseling untuk para pasien.
“Namun, tidak semudah itu kondisi ini menjadi hiperkarbia atau hiperkapnia yang mematikan,” kata dr Vito A Damay, SpJP, dokter jantung dari Siloam Hospital. Dengan durasi lebih singkat dan jenis masker yang lebih longgar, risiko hypercapnia atau meningkatnya karbondioksida dalam darah saat berolahraga seharusnya lebih minimal.

3. Intensitas dan kemampuan fisik

Makin tinggi intensitas olahraga, makin besar kebutuhan oksigen (O2) untuk pernapasan. Adanya masker yang menutupi wajah akan menghambat masuknya oksigen, apalagi saat mulai basah oleh keringat. Ini akan ditandai dengan denyut jantung yang lebih tinggi dari biasanya.
Bagaimana mengatasinya? Untuk jangka pendek, turunkan intensitas menjadi ringan hingga sedang, ditandai dengan masih bisa berbicara sambil olahraga. Untuk kebutuhan menjaga kebugaran, olahraga dengan intensitas terlalu tinggi justru memberikan efek negatif terhadap imunitas.
Untuk jangka panjang, kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan oksigen yang terbatas sebenarnya bisa dilatih. Bahkan, ada masker khusus yang memang dipakai untuk melatih kemampuan tersebut. Tapi itu bukan jenis masker yang biasa dipakai sehari-hari untuk menangkal Covid-19.

4. Kondisi lingkungan

Di tempat terbuka, risiko penularan penyakit sebenarnya relatif lebih rendah dibanding dalam ruangan dengan sirkulasi udara terbatas. Karenanya, melepas masker pada situasi tertentu untuk mengurangi risiko sesak napas, sebenarnya sah-sah saja dilakukan saat olahraga.
“Kalau kamu bisa olahraga di tempat sepi dan tidak ada orang lain, kamu bisa lepas sementara masker itu. Nanti dipakai lagi kalau ada orang dalam radius 2 meter di dekatmu,” kata dr Vito.
Mengenakan kembali masker saat berpapasan dengan orang lain tidak hanya untuk mencegah penularan. Ini juga sekaligus untuk saling mengingatkan bahwa ancaman COVID-19 belum berakhir, dan pakai masker sebagai bagian dari ‘NEW NORMAL’ perlu menjadi kebiasaan sehari-hari sebagaimana halnya cuci tangan dan jaga jarak.

5. Riwayat kesehatan

Kematian mendadak saat olahraga, terutama pada usia muda, sebenarnya paling banyak disebabkan oleh gangguan jantung. Dengan atau tanpa masker, intensitas yang tinggi saat berolahraga bisa menjadi trigger atau pemicu serangan jantung yang mematikan. Masker, karena membatasi asupan oksigen, bisa meningkatkan risiko tersebut.
Tidak hanya saat olahraga, penggunaan masker yang terlalu rapat dalam keseharian juga perlu diwaspadai pada orang-orang dengan gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) maupun asma. Jika memiliki riwayat sakit jantung, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter soal penggunaan masker.
Sumber: detik.com, dengan judul “Kematian Mendadak Akibat Pakai Masker Saat Olahraga”

Artikel Lainnya

Tips & Trik

Wajib Tahu! 4 Kebiasaan Ini Bisa Jaga Kondisi Gigi Tetap Sehat

02 June 2020

Tips & Trik

6 Cara Mencegah Jamur Enoki Tak Terpapar Bakteri Listeria

02 June 2020

Tips & Trik

Mi Instan Bisa Menjadi Makanan Kaya Gizi

02 June 2020

Tips & Trik

8 Tips Bikin Nasi Goreng yang Enak dan Sedap

02 June 2020

Tips & Trik

Tips Jitu Membersihkan Memori Smartphone dengan Files by Google

02 June 2020

Tips & Trik

Cegah Pencurian Mobil dengan Cara Ini

02 June 2020

Tips & Trik

Wajib Tahu! 4 Kebiasaan Ini Bisa Jaga Kondisi Gigi Tetap Sehat

02 June 2020

Tips & Trik

6 Cara Mencegah Jamur Enoki Tak Terpapar Bakteri Listeria

02 June 2020

Tips & Trik

Mi Instan Bisa Menjadi Makanan Kaya Gizi

02 June 2020

Tips & Trik

8 Tips Bikin Nasi Goreng yang Enak dan Sedap

02 June 2020

Tips & Trik

Tips Jitu Membersihkan Memori Smartphone dengan Files by Google

02 June 2020

Tips & Trik

Mengapa Tidak Dianjurkan Tidur Setelah Makan

02 June 2020

Tips & Trik

Wajib Tahu! 4 Kebiasaan Ini Bisa Jaga Kondisi Gigi Tetap Sehat

02 June 2020

Tips & Trik

6 Cara Mencegah Jamur Enoki Tak Terpapar Bakteri Listeria

02 June 2020

Tips & Trik

Mi Instan Bisa Menjadi Makanan Kaya Gizi

02 June 2020

Tips & Trik

Mengapa Tidak Dianjurkan Tidur Setelah Makan

02 June 2020

Tips & Trik

5 Alasan Mengapa Harus Tambahkan Jahe ke Dalam Menu Diet

02 June 2020

Tips & Trik

Saat Sedang Sakit, Konsumsi 7 Makanan Ini Untuk Memperkuat Imunitas

02 June 2020