Tips & Trik

4 Tanda Kamu Butuh Asuransi Jiwa Jangka Panjang

28 February 2023

Asuransi Jiwa Jangka Panjang

Bagi orang yang berusia muda, asuransi jiwa mungkin belum ada dalam pikiran. Apalagi asuransi jiwa jangka panjang. Namun jika sudah berkeluarga sendiri atau menjadi gantungan hidup bagi keluarga, semestinya perlindungan asuransi ini sudah ada dalam genggaman.

Ada banyak manfaat asuransi jiwa jangka panjang yang bisa memberikan ketenangan bagi pemilik dan keluarganya. Ketenangan ini terutama berkaitan dengan masa depan finansial. Bagi siapa pun yang memiliki ketergantungan pada penghasilan orang lain untuk hidup, termasuk pasangan, anak, dan bahkan orang tua, memiliki asuransi jiwa adalah keharusan.

Pada akhirnya, dana yang diperoleh dari asuransi akan menjadi pengganti penghasilan orang tersebut ketika ia tak lagi dapat mencari nafkah. Asuransi jiwa jangka panjang sendiri ada beberapa macam. Sebelum melangkah ke penjelasan tentang tanda-tanda seseorang butuh asuransi jiwa, akan kita bahas dulu ihwal jenis asuransi jiwa itu.

Jenis Asuransi Jiwa Jangka Panjang

Asuransi jiwa adalah layanan asuransi yang akan memberikan sejumlah dana pertanggungan atas risiko kematian atau setelah periode perjanjian berakhir. Terdapat tiga jenis asuransi jiwa jangka panjang, yakni:

Asuransi jiwa berjangka

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa berjangka memberikan uang pertanggungan dalam periode tertentu, misalnya per lima tahun atau hingga batas usia yang ditentukan. Jenis asuransi jiwa ini adalah yang paling sederhana dengan premi yang cenderung kecil. Namun makin tua usia tertanggung yang diasuransikan, makin besar premi yang harus dibayarkan. Sebab, risiko kematian pun makin tinggi seiring dengan pertambahan usia.

Asuransi jiwa seumur hidup

Jenis asuransi jiwa jangka panjang ini menjanjikan perlindungan seumur hidup pihak tertanggung. Umumnya ada batasan untuk seumur hidup itu, yakni hingga 99 tahun. Tertanggung akan terus mendapat perlindungan dari risiko kematian selama ia tak putus membayar premi secara rutin. Ketika tertanggung meninggal di tengah periode perjanjian asuransi, ahli warisnya akan mendapat dana pertanggungan sesuai dengan ketentuan. Adapun bila hingga perjanjian berakhir tidak ada risiko yang terjadi, dana pertanggungan dapat diambil semuanya.

Asuransi jiwa dwiguna

Layanan asuransi ini memberikan manfaat ganda, yakni uang pertanggungan yang disediakan ketika pihak tertanggung meninggal pada saat periode asuransi berjalan dan ketika perjanjian berakhir tanpa ada risiko yang terjadi atau tertanggung belum meninggal. Periode asuransi yang berlaku dalam jenis asuransi jiwa jangka panjang ini bervariasi, umumnya dari lima tahun hingga batas usia tertentu. Sebelum masa perjanjian berakhir, pemegang polis dapat menarik manfaat uang pertanggungan sesuai dengan ketentuan. Jadi asuransi ini menggabungkan layanan perlindungan dan tabungan sehingga umumnya preminya relatif lebih tinggi daripada jenis asuransi jiwa lain.

Baca juga : Jenis dan Cara Memilih Asuransi Anak Terbaik

Tanda Butuh Asuransi Jiwa Jangka Panjang

Tanda Butuh Asuransi Jiwa Jangka Panjang

Berdasarkan penjelasan sekilas mengenai asuransi jiwa di atas, ada setidaknya empat hal yang bisa menjadi indikasi bahwa seseorang membutuhkan perlindungan asuransi jiwa jangka panjang, yaitu:

1. Sudah punya keluarga

Seperti banyak orang bilang, harta yang paling berharga adalah keluarga. Jika kamu adalah pencari nafkah utama dalam keluarga dan belum punya asuransi jiwa, sudah saatnya untuk mempertimbangkan asuransi ini demi masa depan keluarga, khususnya anak-anak. Ketika membeli asuransi jiwa, perlindungan tidak diberikan ke pemegang polis semata, tapi juga ahli warisnya.

Dalam keluarga, bisa jadi suami dan istri sama-sama bekerja atau hanya salah satu yang bekerja. Dalam kedua kondisi itu, asuransi jiwa sama-sama dibutuhkan. Biasanya suami dan istri sama-sama bekerja karena kebutuhan keluarga tak bisa ditutup sepenuhnya jika hanya salah satu yang mencari nafkah. Lebih-lebih bila sudah ada buah hati dalam rumah tangga, yang artinya ada kebutuhan tambahan.

Ketika salah satu atau kedua orang tua meninggal, anaknya masih bisa memastikan masa depan pendidikan dan finansial jika ada dana pertanggungan dari asuransi jiwa yang diikuti orang tua. Bila istri atau suami yang meninggal, pasangan yang ditinggalkan pun masih punya bekal untuk melanjutkan hidup. Jikapun hingga batas akhir perjanjian tak ada klaim atas asuransi itu alias orang tua masih sehat, dananya bisa ditarik untuk menikmati masa pensiun.

2. Menjadi pencari nafkah utama

Bila kamu belum menikah tapi orang tua atau saudara bergantung pada penghasilanmu karena hal-hal tertentu, tak pelak lagi asuransi jiwa jangka panjang menjadi kebutuhan. Apalagi jika keluarga besar itu tak punya banyak aset atau asetnya tidak likuid alias susah dicairkan dalam jangka pendek, misalnya properti.

Ketika dalam skenario terburuk kamu sebagai pencari nafkah utama meninggal sehingga tak ada lagi penghasilan, ada uang pertanggungan dari asuransi yang bisa menjadi penyelamat keluarga. Rumusnya biasanya makin banyak penghasilan, makin besar kebutuhan untuk memiliki asuransi jiwa jangka panjang.

3. Punya utang atau angsuran

Di era sekarang, utang atau angsuran menjadi hal yang wajar. Misalnya untuk membeli rumah secara kredit, sehingga ada tanggungan cicilan kredit pemilikan rumah. Atau bisa juga kredit kendaraan hingga kredit usaha. Bila kamu punya tanggungan utang atau angsuran itu, sebaiknya pertimbangkan untuk mendapat perlindungan dari asuransi jiwa jangka panjang.

Sebab, jika meninggal, utang yang ada tetap harus dibayar. Keluarga yang ditinggalkan akan kesulitan untuk membayar utang itu jika tak ada bantalan pengaman finansial. Apalagi bila kamu berperan sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga.

Bila punya aset, mungkin bisa dijual. Tapi hasil penjualan aset itu belum tentu menutup utang yang tertinggal. Belum lagi kebutuhan sehari-hari yang mesti dipenuhi. Dengan adanya dana pertanggungan dari asuransi jiwa, tanggungan utang itu lebih dapat teratasi karena nilai santunan asuransi jiwa secara umum besar.

Baca juga : 3 Asuransi KPR yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Beli Rumah

4. Penghasilan mepet

Selama ini ada pendapat mengenai asuransi yang perlu diluruskan. Banyak orang bilang bahwa asuransi adalah layanan buat orang kaya, preminya terjangkau hanya oleh orang berdasi. Orang yang penghasilannya mepet tidak bisa mengambil manfaatnya secara maksimal, bahkan sulit membeli preminya yang mahal. Pendapat ini tidak benar.

Pada dasarnya, semua orang bisa memperoleh manfaat asuransi sesuai dengan kebutuhannya. Bicara soal premi, saat ini perusahaan asuransi memiliki sejumlah pilihan paket perlindungan dengan biaya bervariasi. Jadi jika kamu merasa punya penghasilan yang mepet, bukan berarti asuransi jiwa jangka panjang pasti jauh dari jangkauan.

Justru kebutuhan untuk memperoleh perlindungan dari asuransi ini makin besar. Sebab, dengan penghasilan yang mepet, asumsinya tabungan yang dimiliki pun belum gemuk. Mungkin investasi juga belum ada. Artinya, risiko munculnya masalah finansial pada keluarga terbilang tinggi jika kamu meninggal. Sebab, jumlah tabungan yang ada mungkin tak cukup untuk menyambung hidup, termasuk membiayai pendidikan buah hati. Mungkin akan beda ceritanya jika ada dana santunan dari asuransi jiwa yang diterima keluarga.

Demikian penjelasan tentang asuransi jiwa jangka panjang yang menjadi kebutuhan bagi individu tertentu sesuai dengan situasi dan kondisinya. Satu hal yang pasti, individu yang telah berkeluarga seyogianya mempertimbangkan rencana untuk memiliki asuransi ini jika belum punya. Memang, ada program jaminan kematian dari pemerintah. Namun jumlah santunan dari program itu secara umum jauh lebih kecil dari dana pertanggungan yang disediakan asuransi jiwa. Maka, demi menopang ahli waris yang ditinggalkan, perlindungan dari asuransi jiwa sebaiknya sudah ada di tangan.

Artikel Lainnya

Tips & Trik

6 Cara Menghadapi Krisis Finansial untuk Individu dan Keluarga

28 February 2023

Tips & Trik

Manfaat Asuransi Hanya untuk ‘Sultan’, Apa Betul?

28 February 2023

Tips & Trik

Begini Cara Klaim Asuransi Rumah KPR yang Perlu Kamu Tahu

28 February 2023

Tips & Trik

Panduan Memilih Asuransi Pensiun Terbaik

28 February 2023

Tips & Trik

Jenis dan Cara Memilih Asuransi Anak Terbaik

28 February 2023

Tips & Trik

7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Fresh Graduate

28 February 2023

Tips & Trik

Beli Rumah atau Bangun Rumah, Mana Lebih Baik?

28 February 2023

Tips & Trik

Asuransi Pendidikan Anak vs Tabungan Pendidikan, Mana yang Lebih Baik?

28 February 2023

Tips & Trik

Bukan Hanya Mobil, Ada Juga Lho Asuransi Kecelakaan Motor

28 February 2023

Tips & Trik

Jenis dan Cara Memilih Asuransi Anak Terbaik

28 February 2023

Tips & Trik

6 Cara Menghadapi Krisis Finansial untuk Individu dan Keluarga

28 February 2023